Aktor Legendaris Kanada Donald Sutherland Tidak Punya Paspor Amerika

GARDAJP

prabowo.uk – “Karena kita tidak punyai selera humor yang sama,” kata Sutherland, yang meninggal terhadap hari Kamis sehabis lama sakit, dalam tidak benar satu wawancara media terakhirnya. Selain mendonton film, bermain games juga dapat membantu ketika sedang bosan loh. Di situs GARDAJP banyak sekali berbagai jenis games yang bisa kamu coba mainkan!

Aktor legendaris Kanada Donald Sutherland, yang meninggal terhadap hari Kamis sehabis lama sakit dan karir film dan TV Hollywood yang terkenal, mengungkap mengapa ia tidak dulu mencari kewarganegaraan ganda Kanada dan AS bersama dengan mendapatkan paspor Amerika.

“Karena selera humor kita tidak sama. Itu benar. Kami tidak melakukannya. Saya sangat orang Kanada,” kata Sutherland terhadap acara radio CBC Q bersama dengan Tom Power terhadap bulan Maret dalam tidak benar satu wawancara media terakhirnya.

Sutherland, yang sebagian tahun paling akhir tinggal di Quebec, lebih kurang 12 mil dari perbatasan AS, ingat kala mengimbuhkan jawaban selanjutnya kepada penjaga perbatasan Amerika yang bertanya mengapa aktor Kanada, yang telah punyai kartu hijau untuk bekerja di Amerika, tidak mendapat izin. paspor Amerika agar lebih cepat melintasi perbatasan untuk merampungkan tugas.

“Bagaimanapun, saya mencintai negara ini. Saya sangat, sangat bangga mereka berikan saya prangko,” malah Sutherland dalam wawancara radio langsung sehabis Canada Post, fasilitas surat negara tersebut, terhadap bulan Oktober 2023 meluncurkan prangko peringatan untuk menghargai tujuh dekade karir akting aktor tersebut.

Faktanya, Sutherland, mengingat ulang kehidupannya, menyatakan bahwa dia sangat bangga bersama dengan prangko selanjutnya sebagai pencapaian terbesarnya. “Tahukah Anda bahwa perihal itu berjalan di mana-mana di negara ini dan di luar negeri? Itu memasang saya terhadap surat yang bisa dibawa ke mana-mana. Aku menyukainya. Saya sangat tersentuh bersama dengan perihal itu,” katanya.

Tom Power dari CBC dulu bertanya kepada Sutherland mengapa perangko miliknya tampaknya lebih penting baginya daripada karier film dan TVnya, dan terhadap kala itu aktor Hollywood selanjutnya menunjuk terhadap orang tuanya sendiri – ayah Frederick Sutherland dan ibu Dorothy McNichol.

“Yah, saya belum meraih suatu hal yang saya rasakan seperti ibu dan ayahku lho,” katanya, sebelum akan berhenti dan mengingat ulang adegan di M.A.S.H. di mana dia dan Elliot Gould berada di sebuah jip di Tokyo dan seorang perwira wanita di Angkatan Darat AS berteriak untuk bertanya apakah mereka mendambakan menegur ibu mereka di depan kamera. “Dan saya berkata, ibu saya telah meninggal, tetapi saya mendambakan menegur ayah saya kecuali tidak apa-apa. Dan dia bilang oke. Jadi saya melambai ke arah kamera dan berkata, ‘Hai, Ayah,’” Sutherland mengenang dialognya di layar.

Ternyata orang tua Sutherland, yang kala itu masih hidup, lihat MAS*H di bioskop Las Vegas. ”Dan ketika saya berkata ‘Hai Ayah,’ ayah saya berdiri di bioskop Las Vegas dan berkata, ‘Hai Donny.’ Dan ibu saya coba menyeretnya ke kursi dan bretelnya menjadi elastis. Maksudku, dia hampir melemparkannya ke udara,” Sutherland menceritakan bersama dengan bangga.

Selama wawancara radio, Sutherland menyampaikan pendapatnya ketika ditanya apa pendapat anak-anaknya tentang prangko Kanada miliknya yang menceritakan bahwa dia tidak dulu dinominasikan untuk Oscar yang kompetitif, dan Akademi Seni dan Sains Film menebus kesalahan selanjutnya bersama dengan mengimbuhkan dia mendapatkan patung kehormatan terhadap November 2017 di Penghargaan Gubernur.

“Mereka menyukainya,” kata Sutherland tentang anak-anaknya: Kiefer Sutherland, yang sesekali menjadi lawan mainnya, Rossif Sutherland, Roeg Sutherland, Rachel Sutherland, dan Angus Sutherland. “Maksudku, mereka memberiku Academy Award kehormatan sebab saya belum dulu dinominasikan.” Jangan lupa cobain main games di situs yang pastinya sudah aman dan terpercaya banget yaitu GARDAJP.

Kredit film panjangnya terhitung The Split (1968); Alex karya Paul Mazursky di Negeri Ajaib (1970); Mulai Revolusi Tanpa Saya (1970); Little Murders (1971), dalam reuni bersama dengan Gould; The Day of the Locust (1975) karya John Schlesinger, uraian tajam tentang Hollywood; Elang Telah Mendarat (1976); Bernardo Bertolucci1900 (1976); Mata Jarum (1981); Max Dugan Kembali (1983); JFK karya Oliver Stone (1991); Saatnya Membunuh (1996); sebagai pelatih lari Bill Bowerman di Without Limits (1998); Koboi Luar Angkasa Clint Eastwood (2000); pembuatan ulang Pride & Prejudice (2005); Senjata Amerika (2005); Tanyakan terhadap Debu (2006); Pria di Kereta (2011); Pencari Kenyamanan (2017); dan Sesat Jeruk Terbakar (2020).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *